Friday, March 7, 2014

KitKat on HTC One Review

Setelah beberapa lama menggunakan HTC One dengan OS KitKat yang dibalut Sense 5.5, saya bisa memberi pendapat terhadap OS teranyar dari smartphone flagship milik HTC tersebut (at least hingga 25 Maret ini). Mungkin beberapa orang tidak akan menyadarinya karena perubahan tersebut bisa dibilang minor atau kecil saja. Akan tetapi, ada beberapa hal kecil yang rasanya cukup menarik untuk dibicarakan. Mari kita lihat perubahan apa saja yang terjadi pada update KitKat untuk HTC One. (Perlu diingat, saya menulis ini dengan menggabungkan perubahan yang terdapat pada update OS 4.2 menjadi OS 4.3 menjadi 4.4. Jadi ada beberapa fitur yang sudah ada pada update 4.2 ke 4.3.)
Perubahan pertama yang saya temui adalah User Interface. Seperti pada Google Nexus, update 4.4 ini akan memberi aksen berwarna abu-abu pada bagian notification bar. Kini logo baterai, sinyal telepon dan sinyal wifi, serta beats audio berubah menjadi berwarna abu abu. Selain itu, kita juga akan mendapatkan animasi yang sama seperti pada vanilla android saat kita menswipe ke atas dari tombol home screen untuk mengakses google now. Beberapa logo juga mengalami perubahan. Misalnya saja logo browser.



Diluar itu semua ada banyak perubahan kecil yang terjadi di sana sini pada Sense 5.5. Perubahan yang mungkin ditunggu oleh banyak orang adalah pada BlinkFeed. HTC updated the BlinkFeed on Sense 5.5 and it can now be set to task which makes it more dynamic than before. Kini, pada Sense 5.5 kita dapat memilih untuk menonaktifkan BlinkFeed. Ini adalah salah satu hal yang paling ramai dibicarakan pada Sense 5. Sistem kontrol pada BlinkFeed juga mengalami perbaikan. Misalnya saja kita bisa menswipe ke kanan untuk menampilkan menu dan berbagai pilihan lainnya. Gesture seperti ini mirip dengan berbagai app untuk android lainnya seperti Google+ dan Facebook.





Fitur yang mungkin tidak banyak yang mengetahui dari BlinkFeed adalah customization base on Facebook content. Jika kita memasukan service akun Facebook kita pada BlinkFeed, maka HTC akan secara otomatis menscan konten yang ditemukan pada Facebook page kita dan menampilkan berita yang sesuai dengan konten tersebut. Selain itu kita juga dapat mengakses search content pada BlinkFeed. Pada update ini juga BlinkFeed mendapat integrasi dengan Google+ pada apps and service sehingga kita dapat memposting sesuatu ke G+ langsung melalui BlinkFeed kita.







Selain semua hal di atas, ada banyak perubahan lain yang terjadi pada BlinkFeed diantaranya adalah adanya fitur International Content, Read Later, dan integrasi dengan RSS Feeds yang tidak saya bahas secara detil di sini.
Perubahan selanjutnya ada pada Camera dan Gallery App. Sense 5.5 merubah tampilan gambar pada Gallery App. Di sini tampilan album foto kita berubah menjadi full-width preview dari squares (kotak-kotak). Kita juga mendapat carousel navigation untuk berpindah dari Events, Albums, dan My HTC Share. Hal yang sama dapat kita temui untuk Highlights ALL, serta Location saat kita melihat konten sebuah album. Satu hal yang paling saya sukai adalah kembalinya fitur Custom Effects saat mengedit foto yang ada dalam Gallery. Fitur ini memungkinkan user untuk mengatur brightness, contrast dll secara manual. Pada Sense 5 fitur ini sempat dihilangkan dan kini muncul kembali.





Video Highlights pada Sense 5.5 juga menjadi lebih mudah untuk digunakan dan kita mendapatkan lebih banyak style serta option untuk menambahkan personalised music. Beberapa gesture serta customisation juga ditambahkan saat kita menggunakan fitur video highlight.
Satu hal yang paling saya sukai pada fitur camera adalah GIF creation on ZOE. Sekarang, saat kita mengambil gambar menggunakan ZOE, kita dapat membuat sebuah GIF image (moving image) dengan speed selection serta direction of play dan effect.






Perubahan selanjutnya ada pada app Music. Pada music app kini drop-down menu telah digantikan dengan gesture swipe untuk mengurangi tapping command. Selain itu kita juga akan mendapat carousel effect seperti pada gallery.
Perubahan terakhir pada User Interface yang saya temui terdapat pada Quick Setting dan Recent Apps. Pada update kali ini kita dapat mengatur quick settting yang berada pada notification bar. Kita dapat memilih banyak pengaturan mulai dari Wi-Fi, Bluetooth, Auto Sync dan lain-lain sesuai kebutuhan. Lalu, jika kita perhatikan dengan baik pada bagian Recent Apps, kita akan melihat bahwa thumbnails dari apps yang sudah kita buka berukuran lebih besar dan gap hitam diantara thumbnails tersebut semakin kecil.






Perubahan kedua adalah performance. Karena HTC One sejak awal sudah sangat cepat dan smooth, mungkin untuk penggunaan sehari-hari peningkatan performance yang terjadi tidak akan terlalu ketara. Akan tetapi saat saya menggunakannya sendiri, update kali ini membuat performa HTC One saya terasa semakin cepat dan smooth. Misalnya saja pada saat saya sedang browsing web, halaman web rasanya muncul lebih cepat dari sebelumnya. Selain itu, multi tasking juga terasa lebih baik dan smooth. Aplikasi terbuka lebih cepat saat saya berpindah dari yang satu ke yang lainnya.
Perubahan ketiga adalah battery life. Hal yang paling menonjol bagi saya dalam update KitKat pada HTC One ini adalah battery life. Saya merasakan ada peningkatan signifikan pada battery life HTC One saya. Setelah mendapat update KitKat, standby time HTC One saya meningkat secara drastik. Meski ada beberapa laporan dari pengguna ponsel merk lain yang mengatakan bahwa update ini malah membuat ponsel mereka menjadi lebih boros baterai, akan tetapi saya tidak mengalaminya. Saya rasa, mereka yang mengatakan bahwa ponselnya menjadi lebih boros tidak menyadari bahwa mereka menggunakan ponselnya lebih sering dari biasanya (ini hanya pengandaian saja, tentunya silahkan berpendapat lain jika saya salah).
Jika biasanya setelah penggunaan sekitar 12 - 13 jam baterai saya tersisa sekitar 20% kini baterai saya bisa tersisa hingga 30-40% (tergantung pemakaian). Saya sendiri banyak menggunakan HTC One saya untuk browsing web, bermain beberapa game ringan, social media serta tons and tons of Instant messaging. Tentu hasil tadi bisa berbeda-beda setiap orang. Jika HTC One saya terus menerus saya gunakan nonstop baterai saya biasanya akan habis setelah 6-7 jam (dengan tanpa games). Jika saya gunakan untuk bermain games biasanya hanya sekitar 5 jam tergantung dari game yang saya mainkan.
So, overall update KitKat pada HTC One membawa banyak perubahan yang menyenangkan bagi para penggunanya. Bagi saya, perubahan pada UI serta performance membuat HTC One saya menjadi semakin menyenangkan untuk digunakan. Akan tetapi yang patut menjadi highlight adalah improvement pada daya tahan baterai. Jika dulu baterai HTC One hanya “cukup” untuk digunakan all day, maka kini saya dapat mengatakannya sebagai “plenty” untuk digunakan all day. But, everything is different from one person to another. Jadi, jika anda memiliki pengalaman lain atau punya pemikiran yang berbeda silahkan share di sini.


-Mr. Koala-

3 comments:

  1. Mau tanya dong.. saya termasuk 'korban' htc one mini yg battery life ny lbh singkat setelah update ke kitkat.
    Sehari setelah beli, langsung saya update ke 4.4.2 dan dengan intensitas pemakaian yg sama, pemakaian baterai jauh lebih boros ( bahkan saat ditinggal tidur, batere yang tadinya 100% krn baru dicharge, hanya tersisa 56%)
    Awalnya karena saya gak ngeh kalau battery drop ini dikarenakan update kitkat, saya berpikir ini krn ada masalah dengan hardware. Setelah saya telpon service center, disarankan untuk balik ke store n minta replacement saja.

    Setelah replacement diberikan, pegawai erafone yg melayani saya nanya apakah saya sempat update ke kitkan sejak membeli dua hari sebelumnya, dan saya jawab ya. Dia kemudian bilang bahwa dalam minggu itu sudah ada beberapa pembeli baru handset android (termasuk samsung dan sony) yang mengeluh batere drop, dan sepertinya penyebabnya karena update kitkat juga. Saya pun disarankan untuk TIDAK update kitkat dengan one mini saya yg baru diganti itu, kecuali dilakukan di service center.

    Piye toh ya? Saya coba cari2 di google dan banyak postingan di forum2 android internasional bahwa htc one lebih boros batere setelah update kitkat akibat 'bug' yang ada di app camera dan menyebabkam hp sering over heated (ini juga saya alami dengan one mini yg pertama). Minta saran dong, baiknya gimana ya? Saya tanya ke service center lagi, operator nya hanya acknowledge bahwa memang ada beberapa yg report batere drop namun byk juga yg tidak masalah. Htc juga tidak menjamin bahwa setelah update, handset tidak akan mengalami masalah.
    Mohon advice....

    ReplyDelete
  2. *mohon advice karena saya kepingin banget update ke kitkat, krn dalam seharian lebih pemakaian, saya notice improvementnya lumayan. Terutama seneng krn emoticon di stock keyboard setelah di insert dan di publish (misal di twitter) sudah colored version dan gak black n white seperti jelly bean...

    ReplyDelete
  3. Hi Yuliani, saya dulu sempat mengalami masalah serupa yang saya lakukan untuk mengatas problem baterai tersebut adalah dengan melakukan hard reset pada device saya. Setelah device saya di-hard reset baterainya membaik dan lebih tahan bahkan.
    PS: Device yang saya gunakan adalah One dan One Mini dengan OS kitkat.

    ReplyDelete