Monday, February 24, 2014

Specs Vs User Experience

Bagi para pengguna smartphone mungkin sudah tidak aneh jika bicara soal spesifikasi. Spesifikasi seringkali menentukan seberapa bagus ponsel kita. Mulai dari prosesor, layar, hingga hal-hal kecil seperti kamera dan speaker bisa menjadi perbincangan panjang yang menyenangkan. Akan tetapi, apakah benar jika spek menjadi penentu seberapa bagus sebuah ponsel? Sebenarnya apa saja yang menentukan bagus atau tidaknya sebuah ponsel? Dalam tulisan kali ini kita akan mencoba melihat lebih dalam hal-hal yang perlu diperhatikan saat menentukan bagus atau tidaknya sebuah ponsel.

Saya menemukan banyak orang yang "terobsesi" dengan spek dari sebuah smartphone. Biasanya orang-orang tersebut akan melihat beberapa kata kunci dalam menentukan bagus atau tidaknya sebuah smartphone. Kata kunci yang paling sering dikatakan adalah 'handphone ini sudah quad-core x-GHz' atau lebih (lirik samsung dengan octa-core). Percaya atau tidak, jumlah core dan clock speed bukanlah penentu bagus atau tidaknya sebuah ponsel. Hal ini paling mudah dilihat dari hasil benchmark pada iPhone 5s. Bagi yang belum tahu, iPhone 5s memiliki spek yang hampir sama dengan ponsel pada tahun 2011. Yap. 2011 saudara-saudara. Bagi yang tidak percaya silahkan lihat perbandingan di bawah ini




Meski memiliki spek yang hampir sama dengan ponsel 3 tahun yang lalu, iPhone 5s sering disebut memiliki prosesor yang paling cepat di dunia. Mari kita lihat hasil benchmark di bawah 

58166

Dari hasil diatas terlihat bahwa dual-core processor A7 milik Apple berhasil mengalahkan semua device lain dengan Quad-Core processor. Apa rahasianya? Salah satunya adalah 64-bit Processor. Saya tidak akan membahas terlalu dalam kali ini. Bahasan mengenai mengapa prosesor 64-bit lebih cepat akan saya tulis lain waktu. Akan tetapi, data-data di atas menunjukan bahwa jumlah core yang lebih banyak belum tentu menentukan bagus atau tidaknya sebuah smartphone. 

Lalu hal berikutnya yang cukup sering dikatakan oleh mereka yang terobsesi dengan spek adalah 'Smartphone ini punya RAM yang lebih besar'. Well, yang satu ini tidak salah. RAM yang lebih besar berarti anda bisa menjalankan lebih banyak proses di background. Tapi apakah ini berarti semakin besar RAM ponsel anda akan semakin cepat? Belum tentu juga... Contohnya yang paling sederhana ada di dua vendor besar yang bersenjatakan OS android. Vendor yang pertama memiliki smartphone dengan RAM yang sangat besar (3GB untuk lebih jelasnya) sementara vendor yang satunya hanya memiliki RAM sebesar 2GB. Pada saat saya menggunakan smartphone dari vendor yang pertama, setelah beberapa saat saya mulai mengalami hiccup saat sedang bermain game. Lalu, lama kelamaan, hiccup tersebut mulai terjadi saat saya sedang browsing di Web. Akhirnya ponsel tersebut menjadi sangat lambat dan banyak mengalami hang. Hal tersebut tidak terjadi pada smartphone dari vendor kedua. Jadi apa penyebabnya? Salah satu jawabannya adalah proses yang terjadi di belakang layar. 

Jika saya perhatikan, smartphone dari vendor pertama memiliki fitur yang sangat banyak. Literally sangat buanyak. Fitur-fitur tersebut sebenarnya sedikit demi sedikit akan menggerogoti RAM dan membuat ponsel semakin lambat. So, pada akhirnya ponsel akan menjadi sangat tidak menyenangkan untuk digunakan. Sementara itu smartphone dari vendor kedua tidak banyak menawarkan fitur gimmik yang seringkali tidak banyak digunakan oleh orang, melainkan memberikan fitur yang lebih esensial dan diperlukan saja. Hal ini nantinya akan memberi banyak perbedaan pada User Experience saat kita menggunakan smartphone. Remember, bigger RAM doesn't always give better performance.

Yang dapat saya simpulkan dari dua hal tadi adalah spek tidak selamanya menentukan seberapa bagusnya sebuah smartphone. Jangan buru-buru mengatakan bahwa sebuah smartphone lebih baik hanya karena nilai speknya yang lebih tinggi.

No comments:

Post a Comment